Sosok
Samuel
Franklyn
Yang Berumah di Awan
Samuel Franklyn (45) yang kini
terbaring menghadap layar computer yang bertengger di antara pipa – pipa diatas
dadanya. Melihat sosoknya, muncullah bayangan pakar fisika Stephen William Hawking
yang sama – sama memiliki kekurangan.
Ketika ditanya soal Hawking, ia
tertawa. Ia mengagumi beberapa hal pada Hawking. Tapi ada satu hal yang Ia
tentang. Menurut Hawking, dalam ilmu pengetahuan Tuhan itu tidak ada. Sam pun
bertanya, apakah Hawking dapat membuktikan eksperimennya itu? Hawking memang
jagoan fisika, tetapi bukan untuk untuk fisika terapan. Padahal dalam
perkembangannya, teori fisika bisa direduksi dengan hukum matematika.
Sam lalu menjelaskan tentang
perkembangan ilmu fisika. Sam memang hobi membaca dan belajar banyak hal.
Sam terbaring karena separuh bagian
tubuhnya lumpuh sejak 2010 lalu. Ketika ia hendak pergi ke kantor, ia jatuh.
Kaki kirinya lemas. Lalu setelah itu ia sering mengalami kejang dan sakit
perut. Hingga beberapa waktu kemudian, ia dinyatakan lumpuh.
Meskipun ia dalam keadaan yang tidak
baik, ia tetap bekerja meskipun bukan sebagai pekerja kantoran. Kini ia bekerja
sebagai pekerja kontrak. Awalnya, ia menjadi pemrogram di Taksi Gamya lalu ia
pindah ke Galileo Indonesia. Pekerjaannya adalah menjawab pertanyaan –
pertanyaan seperti mengapa pekerjaan tidak dapat dijalankan dan mesin mana yang
harus dipilih untuk menjalankan suatu program.
Sam sempat mendirikan suatu
perusahaan, Jendela Inspirasi Informatika. Belum sempat berkembang, perusahaan
itu gulung tikar.
Sam bersama temannya, membuat materi
belajar menggabungkan Java dengan AS/400. Java adalah bahasa program yang
diciptakan Sun Microsystem.
Menurut Sam, pemakaian Java dengan
AS/400 untuk membangun platform software bisnis adalah investasi baik untuk
jangka panjang.
Sam pernah mendapat penghargaan oleh Sun Developer Community pada
tahun 2008. Karena ia developer yang paling banyak membantu orang.
Sam kerap membagikan ilmu
programmingnya secara cuma – cuma. Sam tidak merasa rugi karena hal tersebut.
Sam menyatakan bahwa secara tidak langsung, personal
brand-nya terbangun. Sehingga orang percaya terhadap kemampuannya dan
menawarkan pekerjaan padanya.
Sam menyatakan bahwa ia sangat
mengagumi Bil Gates. Meskipun begitu, Sam yang menguasai berbagai macam program
Microsoft Office ini tidak suka dengan cara Bil Gates berbisnis. Ia senang
ketika Bil Gates dinyatakan bersalah dalam monopoli usaha lalu akhirnya Bil
Gates mengisi hidupnya untuk membantu sesama lewat satu yayasan. Sumbangan Bil
Gates ini antara lain pada Khan Academy. Lewat dunia maya, Khan berhasil
memberikan pendidikan gratis lewat penayangan video pengajaran aritmetika,
aljabar, kalkulus, dan trigonometri pada para siswanya.
Menurut Sam, pendidikan tersebut
sangat baik untuk membuat proyek dikelas. Ia pun yakin bila pendidikan tersebut
diterapkan di Indonesia, Bangsa Indonesia akan mendapatkan akses pendidikan
gratis.
Sam lalu menceritakan tentang
komunitas digital nomad yang sama – sama berumah di awan. Tetapi meskipun
begitu, gaya hidupnya berbeda dengan komunitas digital nomad. Komunitas digital
nomad mencari nafkah lalu ia berkeliling dunia dengan hasil dari penjualan
program lewat website. Ketika uang habis, mereka kembali bekerja. Begitu terus,
sambil berpindah dari satu daerah ke daerah lainnya.
Ketika Sam ditanya soal apa yang
menyedihkan. Sam menganggap pertanyaan itu cengeng. Dan ketika Sam ditanya hal
apa yang membahagiakan, Sam berkata, “Ketika teman – teman datang berkunjung,”
(Sumber : Koran KOMPAS Rabu, 5 November 2014
artikel SOSOK oleh Windoro Adi dan Denty Piawai Nastitie)
Artikel
ini hanya summary dari artikel aslinya.
Menurut saya mengenai sosok Samuel Franklyn merupakan sosok yang harus dihargai juga karena dia tetap berusaha bekerja walaupun kondisi fisiknya lemah dan lumpuh.
BalasHapussosok Samuel Franklyn mendapatkan sebuah penghargaan dari Sun Developer Community karena banyak membantu orang. hal itu membuktikan bukan hanya manusia normal saja yang bisa berkarya, tetapi orang yang kondisinya lemah juga tidak menutup kemungkinan bahwa ia bisa melakukan pekerjaan semaksimal mungkin
BalasHapusSosok Samuel adalah orang yang pantang menyerah. Ia tetap dapat mendapatkan penghargaan walaupun kondisinya tidak seperti manusia normal. Sam pun tidak menjadi orang yang tidak produktif dikarenakan kondisinya, namun ia malah sangat bersemangat untuk membantu orang lain dalam dunia programming walaupun hanya lewat website.
BalasHapusMakasih ya ghina buat kutipan sosok yang menginspirasi ini ;)
Saya terharu dengan sosok Samuel ,karena walaupun ia memiliki kekurangan, ia terus berusaha untuk menjadi dirinya yang terbaik. Dan saya juga kagum dengan teman-teman beliau yang selalu berkunjung dan membantu beliau. Semoga, kita yang mempunyai kelebihan dapat belajar dari Samuel agar terus berusaha menjadi yang terbaik, dan semoga kita juga selalu dikelilingin orang-orang yang baik dan selalu mendukung kita dalam keadaan apapun.
BalasHapusSaya sangat kagum dengan sosok Samuel yang tidak menjadikan kekurangan fisiknya sebagai alasan untuk berdiam diri dan menyerah atas hidup ini. Buktinya Samuel dapat membagikan informasi dan pengetahuan melalu web kepada semua orang walaupun ia hanya berbaring. Ia juga memiliki teman yang selalu membantu. Dengan membaca sosok Samuel ini, saya jadi merasa bersyukur atas apa yang saya dapatkan dan seharusnya saya bisa lebih produktif dan tidak bermalas-malasan. Nice share, Ghin.
BalasHapus