Bisnis Sambal Encim dalam kemasan ini telah digulati Happy sejak tahun 2011. Awalnya ia tidak membuat banyak sambal kemasan tersebut karena hanya untuk dijual ke teman - temannya. Sebelumnya ia sekadar melakukan eksperimen meracik sambal tersebut lalu kemudian hasil eksperimennya itu, ia bagikan kepada para tetangga dan sahabat - sahabatnya. Mendapat respon yang positif, akhirnya ia semakin mengembangkan sambal racikannya tersebut.
Sambal hasil racikannya ini berhasil menembus pasaran. Sambalnya tersebut kini sering dijadikan cindera mata oleh para wisatawan yang berkunjung ke Lombok. Selain itu, Sambal Encim racikannya ini sudah terkenal dimana - mana seperti Jakarta, Surabaya, Tangerang dan bahkan negara lain seperti Amerika Serikat, Malaysia, dan Singapura. Sambalnya semakin terkenal karena ia pun mempromosikan lewat jejaring sosial.
Happy menjual Sambal Encim ke pasaran dengan harga Rp 25.000 per botol. Tetapi apabila ada pembeli luar daerah yang ingin membeli sambalnya harus dikenakan biaya tambahan seperti biaya ongkos kirim.
Kendala yang ia rasakan ketika menjalankan usaha ini adalah ketika harga cabai dipasaran naik. Hal tersebut cukup memusingkan bagi Happy. Tetapi meskipun begitu, Happy tidak menaikkan harga jual Sambal Encimnya itu.
Happy tampaknya memang benar - benar kreatif. Maklumlah, bakat kulinernya ini menurun dari ibunya, yang dahulu pernah membuka katering. Berbagai jenis sambal seperti, sambal terasi taliwang, sambal cabai hijau, sambal ebi, sambal ikan asap, sambal rendang, dan sambal rumput laut.Tidak hanya sambal, ia pun membuat makanan jenis abon.
Selain olahan sambal dan abon tadi, Happy pun membuat ayam penyet khas lombok atau yang dikenal ayam ungkep. Ayam ungkep buatannya ini tidak kalah enak dengan makanan produksinya yang lain. Ayam ungkepnya ini juga sering menjadi minat wisatawan.
Ayam ungkep Happy tidak mengandung bahan pengawet. Ayam buatannya itu mampu bertahan sekitar satu minggu. Akan tetapi apabila ayam tersebut dibungkus dalam plastik hampa udara dan dimasukkan ke dalam freezer, ayam ini mampu bertahan selama 3 bulan tanpa mengurangi cita rasa. Ayam ungkepnya itu ia hargai sebesar Rp 30.000 untuk 1 paket yang berisi satu paha ayam dan satu dada ayam.
"Jika hendak disantap, ayam ini tinggal dihangatkan dengan cara digoreng atau dibakar," kata Happy yang berpesan agar jangan lupa dengan sambal khasnya.
(sumber : artikel SOSOK Koran KOMPAS edisi Selasa, 25 November 2014 oleh Khaerul Anwar)
(artikel di blog ini hanya summary dari artikel aslinya)
Setelah membaca sosok mengenai Ibu Happy ini, saya jadi merasa Happy. Karena Ibu Happy berhasil membuat inovasi dari sambal encim yang awalnya hanya dari sebuah eksperimen saja. Zaman sekarang ini tidak banyak orang yang mau melakuakn eksperimen jika tidak menjanjikan karena takut gagal. Namun satu hal lagi yang membuat saya happy membaca sosok ini, saya jadi percaya bahwa hal yang besar akan datang dari yang kecil dengan niat dan kerja keras. Terima kasih atas infonya, Ghina! Ngomong-ngomong, saya suka dengan tema blog kamu.
BalasHapusBerawal dari kegemarannya memasak yang diajari oleh ibunya yang sempat membuka katering, ternyata telah membuktikan kepada kita semua bahwa dengan menekuni bidang yang kita suka akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Ibu Happy ini juga bisa menginspirasi para ibu rumah tangga untuk berkarya.
BalasHapusSedikit pesan untuk Ghina, kalimat awal di tiap paragraf jangan lupa untuk menjorok kedalam. Terima kasih :)
Memang sambal sangatlah perlu ada di meja makan setiap harinya, terutama bagi saya. Setelah membaca kutipan ini, saya semakin percaya bahwa semua kegiatan yang kita lakukan tidaklah sia-sia, pasti memberikan hasil walaupun harus melewati berbagai proses, tidak langsung saat itu juga. Seperti Ibu Happy ini, berawal dari iseng-iseng meracik sambal, ia dapat menghasilkan suatu produk yang menghasilkan uang. Ia juga tidak fokus hanya pada 1 pokok saja, ia juga membuat abon bahkan ayam penyet yang rasanya pun tidak kalah dengan kelezatan sambal buatannya.
BalasHapusterimakasih ghina untuk kutipan sosoknya ;)