Rabu, 05 November 2014

Summary Artikel KOMPAS "Yang Berumah di Awan"



Sosok
Samuel Franklyn

Yang Berumah di Awan

                Samuel Franklyn (45) yang kini terbaring menghadap layar computer yang bertengger di antara pipa – pipa diatas dadanya. Melihat sosoknya, muncullah bayangan pakar fisika Stephen William Hawking yang sama – sama memiliki kekurangan.
            Ketika ditanya soal Hawking, ia tertawa. Ia mengagumi beberapa hal pada Hawking. Tapi ada satu hal yang Ia tentang. Menurut Hawking, dalam ilmu pengetahuan Tuhan itu tidak ada. Sam pun bertanya, apakah Hawking dapat membuktikan eksperimennya itu? Hawking memang jagoan fisika, tetapi bukan untuk untuk fisika terapan. Padahal dalam perkembangannya, teori fisika bisa direduksi dengan hukum matematika.
            Sam lalu menjelaskan tentang perkembangan ilmu fisika. Sam memang hobi membaca dan belajar banyak hal.
            Sam terbaring karena separuh bagian tubuhnya lumpuh sejak 2010 lalu. Ketika ia hendak pergi ke kantor, ia jatuh. Kaki kirinya lemas. Lalu setelah itu ia sering mengalami kejang dan sakit perut. Hingga beberapa waktu kemudian, ia dinyatakan lumpuh.
            Meskipun ia dalam keadaan yang tidak baik, ia tetap bekerja meskipun bukan sebagai pekerja kantoran. Kini ia bekerja sebagai pekerja kontrak. Awalnya, ia menjadi pemrogram di Taksi Gamya lalu ia pindah ke Galileo Indonesia. Pekerjaannya adalah menjawab pertanyaan – pertanyaan seperti mengapa pekerjaan tidak dapat dijalankan dan mesin mana yang harus dipilih untuk menjalankan suatu program.
            Sam sempat mendirikan suatu perusahaan, Jendela Inspirasi Informatika. Belum sempat berkembang, perusahaan itu gulung tikar.
            Sam bersama temannya, membuat materi belajar menggabungkan Java dengan AS/400. Java adalah bahasa program yang diciptakan Sun Microsystem.
            Menurut Sam, pemakaian Java dengan AS/400 untuk membangun platform software bisnis adalah investasi baik untuk jangka panjang.
Sam pernah mendapat penghargaan oleh Sun Developer Community pada tahun 2008. Karena ia developer yang paling banyak membantu orang.
            Sam kerap membagikan ilmu programmingnya secara cuma – cuma. Sam tidak merasa rugi karena hal tersebut. Sam menyatakan bahwa secara tidak langsung, personal brand-nya terbangun. Sehingga orang percaya terhadap kemampuannya dan menawarkan pekerjaan padanya.
            Sam menyatakan bahwa ia sangat mengagumi Bil Gates. Meskipun begitu, Sam yang menguasai berbagai macam program Microsoft Office ini tidak suka dengan cara Bil Gates berbisnis. Ia senang ketika Bil Gates dinyatakan bersalah dalam monopoli usaha lalu akhirnya Bil Gates mengisi hidupnya untuk membantu sesama lewat satu yayasan. Sumbangan Bil Gates ini antara lain pada Khan Academy. Lewat dunia maya, Khan berhasil memberikan pendidikan gratis lewat penayangan video pengajaran aritmetika, aljabar, kalkulus, dan trigonometri pada para siswanya.
            Menurut Sam, pendidikan tersebut sangat baik untuk membuat proyek dikelas. Ia pun yakin bila pendidikan tersebut diterapkan di Indonesia, Bangsa Indonesia akan mendapatkan akses pendidikan gratis.
            Sam lalu menceritakan tentang komunitas digital nomad yang sama – sama berumah di awan. Tetapi meskipun begitu, gaya hidupnya berbeda dengan komunitas digital nomad. Komunitas digital nomad mencari nafkah lalu ia berkeliling dunia dengan hasil dari penjualan program lewat website. Ketika uang habis, mereka kembali bekerja. Begitu terus, sambil berpindah dari satu daerah ke daerah lainnya.
            Ketika Sam ditanya soal apa yang menyedihkan. Sam menganggap pertanyaan itu cengeng. Dan ketika Sam ditanya hal apa yang membahagiakan, Sam berkata, “Ketika teman – teman datang berkunjung,”
(Sumber : Koran KOMPAS Rabu, 5 November 2014 artikel SOSOK oleh Windoro Adi dan Denty Piawai Nastitie)
                        Artikel ini hanya summary dari artikel aslinya.

5 komentar:

  1. Menurut saya mengenai sosok Samuel Franklyn merupakan sosok yang harus dihargai juga karena dia tetap berusaha bekerja walaupun kondisi fisiknya lemah dan lumpuh.

    BalasHapus
  2. sosok Samuel Franklyn mendapatkan sebuah penghargaan dari Sun Developer Community karena banyak membantu orang. hal itu membuktikan bukan hanya manusia normal saja yang bisa berkarya, tetapi orang yang kondisinya lemah juga tidak menutup kemungkinan bahwa ia bisa melakukan pekerjaan semaksimal mungkin

    BalasHapus
  3. Sosok Samuel adalah orang yang pantang menyerah. Ia tetap dapat mendapatkan penghargaan walaupun kondisinya tidak seperti manusia normal. Sam pun tidak menjadi orang yang tidak produktif dikarenakan kondisinya, namun ia malah sangat bersemangat untuk membantu orang lain dalam dunia programming walaupun hanya lewat website.
    Makasih ya ghina buat kutipan sosok yang menginspirasi ini ;)

    BalasHapus
  4. Saya terharu dengan sosok Samuel ,karena walaupun ia memiliki kekurangan, ia terus berusaha untuk menjadi dirinya yang terbaik. Dan saya juga kagum dengan teman-teman beliau yang selalu berkunjung dan membantu beliau. Semoga, kita yang mempunyai kelebihan dapat belajar dari Samuel agar terus berusaha menjadi yang terbaik, dan semoga kita juga selalu dikelilingin orang-orang yang baik dan selalu mendukung kita dalam keadaan apapun.

    BalasHapus
  5. Saya sangat kagum dengan sosok Samuel yang tidak menjadikan kekurangan fisiknya sebagai alasan untuk berdiam diri dan menyerah atas hidup ini. Buktinya Samuel dapat membagikan informasi dan pengetahuan melalu web kepada semua orang walaupun ia hanya berbaring. Ia juga memiliki teman yang selalu membantu. Dengan membaca sosok Samuel ini, saya jadi merasa bersyukur atas apa yang saya dapatkan dan seharusnya saya bisa lebih produktif dan tidak bermalas-malasan. Nice share, Ghin.

    BalasHapus