MA Setyanto (47) atau yang biasa
dipanggil Mastok sangat bersemangat. Semangatnya tersebut terlihat ketika ia
tengah memaparkan rencana Ekspedisi Rakit Bambu pada April 2015. Ia
terinspirasi akan kejayaan maritime Nusantara untuk memperingati Hari
Kemerdekaan Indonesia yang ke-70.
Rakit yang digunakannya berbentuk
perahu dengan ukuran panjang 14 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 2 meter. Rakit
tersebut mampu membawa bobot hingga 1 ton.
Ia akan melakukan ekspedisinya
itu bersama kedua rekannya. Tujuan ekspedisinya adalah Banten sehingga ia akan
menempuh 1000 mil dan diperkirakan menempuh waktu selama 6 bulan.
Tim Mastok tidak hanya sekadar
melintasi laut. Tapi timnya akan singgah dibeberapa pelabuhan di Pulau Jawa. Di
setiap perjalanan, ia akan mengundang kru tamu untuk bergabung.
Meskipun banyak orang yang
meragukan rencananya ini, ia tetap bersemangat dan mantap untuk
melaksanakannya. Ia ingin menyegarkan budaya Indonesia melalui budaya bahari
ini. Selain itu ia juga ingin memanfaatkan bambu yang selama ini kerap
dijadikan bahan untuk membuat perahu.
Semangat Mastok ini unik. Dahulu
ia pernah tinggal di Amerika dan bekerja disalah satu perusahaan pembuat kincir
angin. Namun ia justru memilih tinggal dipelosok Indonesia.
Mastok sering berkeliling
menjelajah Indonesia. Tetapi penjelajahan yang ia lakukan tentunya dengan
tujuan positif. Seperti, membantu korban – korban bencana alam. Bantuan yang ia
lakukan tentu tidak jauh dari bambu, yang sangat identik dengannya. Salah satu
bantuan yang ia lakukan adalah ketika Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam mengalami bencana tsunami, ia membantu membuat
jaringan radio dan rumah bambu sederhana yang berukuran 6 meter x 6 meter.
Pada tahun 2006, ia pergi ke
Garut Selatan. Disana, ia membuat suatu Program yang dinamakan “Flying Building,
Flying Village”. Ia membangun rumah yang berbentuk seperti rumah panggung
dengan bahan dasar bambu.
Ketika ia tengah berada di Garut
Selatan, ia mendengar kabar bahwa Provinsi Sumatera Barat mengalami bencana.
Dengan sisa uang seadanya, ia pergi menuju Sumatera Barat untuk membantu.
Bantuan yang ia lakukan kali ini adalah membangun tempat sanitasi.
Perjalanan pun ia lakukan lagi
menuju ke provinsi Banten dan Jawa Barat bagian selatan. Dengan bambunya, ia membangun
pembangkit listrik mikrohidro. Mastok pun semakin paham akan karakteristik bambu.
Mastok pun membagi ilmunya,
dengan penanaman bambu dari batangnya,bukan dari bonggolnya. Manfaat yang
diperoleh juga berupa kenyamanan dan pendapatan ekonomi.
Sepak terjangnya bergulat dengan bamboo
membuat ia menjadi semakin terkenal diberbagai kalangan. Ia sering diminta
untuk menjadi pembicara di berbagai Universitas di Indonesia. Berbagai pakar bambu
dari luar negeri pun sering berbagi ilmunya. Mereka sangat tertarik akan
kekayaan bambu di Indonesia.
Mastok memiliki cita - cita untuk
membuat arboretum bamboo. Dalam arboretum tersebut, ia ingin menanam berbagai
jenis bambu. Tujuan dari cita – citanya tersebut, ia ingin mewariskan dan
menjaga kekayaan Nusantara.
(sumber : Koran KOMPAS SOSOK Edisi Sabtu, 22 November 2014 ditulis oleh Cornellius Helmy)
(artikel ini hanya summary dari artikel aslinya)
Tanaman bambu sangatlah melimpah di Indonesia. Disaat orang lain hanya melihat bambu sebagai tanaman untuk dimakan ataupun diminum airnya, Bapak Mastok malah memiliki segudang ide dengan yang berhubungan dengan bambu. Ia juga melakukan perjalanan panjang menggunakan bambu hasil rakitannya. Kegiatan berjelajah Indonesia juga sudah ia lakukan. Ia pun sering datang dan membantu untuk daerah-daerah yang sedang mengalami musibah dengan membantu mereka, yang tidak jauh-jauh membantu menggunakan bambu, namun ini sangatlah membantu.
BalasHapusMakasih ya ghina buat kutipan sosok ini :)
terima kasih... apresiasinya yang sngat besar...
HapusPemikiran kreatif seperti inilah yang sekarang sedang dibutuhkan. Menghemat pengeluaran dengan memakai barang baku yang sudah tersedia. Saya baru tahu ada seseorang hanya dengan bermodal bambu, ia bisa membantu orang lain sampai ke luar kota. sangat luar biasa sekali. Sosok ini juga menginspirasi kita bahwa tidak hanya materi saja yang bisa kita berikan untuk orang yang membutuhkan namun kita bisa membantunya dengan keahlian atau barang barang disekitar kita:)
BalasHapusSetelah membaca sosok mengenai Mastok ini saya menjadi sangat kagum karena ide kreatif yang beliau buat dan sangat berguna bagi orang lain. Dengan bambu, Mastok dapat membantu sesama dan melakukan banyak hal yang sangat positif. Sosok ini membuat saya mengerti bahwa materi bukan segalanya, melainkan banyak hal yang dapat kita kembangkan untuk menjadi lebih baik dan hasilnya akan berguna bagi banyak orang. Thanks, Ghina!
BalasHapusTidak hanyak kreatif, tetapi sosok Mastok sangatlah dermawan terhadap korban-korban bencana alam. Saya senang dengan sosok Mastok diatas, dengan membawa nama Indonesia, ia tidak hanya memberikan keuntungan untuk bangsa dan dirinya sendiri, melainkan juga masyarakat yang butuh bantuan perahu rakitannya. Tokoh diatas meyadarkan saya, pentingnya untuk selalu membantu sesama, baik itu dikala susah maupun senang. Semoga dengan adanya artikel ini, para pembaca yang lain dapat terketuk hatinya untuk membangun kreatifitas, dan menolong masyarakat Indonesia yang sedang memiliki cobaan atau bencana.
BalasHapus