Samudi, seorang pria yang merupakan mantan montir yang kemudian beralih pekerjaan menjadi penjaga situs liyangan. Apakah sotus liyangan itu? Situs liyangan adalah sebuah situs pemukiman Mataram Kuno terlengkap yang permah ditemukan. Situs tersebut ditemukan oleh petambang pasir pada tahun 2010. Jejak peradaban tertua di situs ini berasal dari abad ke-6.
Penemuan dua candi, struktur talud, sejumlah kayu, dan anyaman bambu terarangkan, berbagai benda logam serta komoditas seperti pala ditemukan ditahun keempat penemuan situs tersebut. Pada situs ini juga ditemukan 8000 pecahan keramik dan tembikar
Samudi dahulu sempat mengemban pendidikan di Ngadrejo pada tingkat SD dan SMP. Kemudian ia meneruskan pendidikannya di Sekolah Teknik Menengah (STM) Adipura di Magelang, jurusan otomotif. Seusainya ia menamatkan sekolah STMnya pada tahun 2005, ia kemudian bekerja sebagai montir di Magelang selama lima tahun. Kemudian Samudi beralih menjadi sales elektronik, lalu kemudian ia pulang kampung dan bekerja di bengkel.
Samudi kemudian ditawarkan oleh pak Lurah untuk menjaga situs Liyangan yang baru ditemukan. Awalnya ia mengiyakan tawaran tersebut karena merasa tidak enak dengan Pak Lurah dan tidak ada yang mau mengerjakan pekerjaan tersebut. Walau gaji yang diberikan lebih kecil daripada menjadi montir, namun Samudi tetap ikhlas dan tulus untuk mengerjakan pekerjaan tersebut. Dengan keyakinan dan ketekunannya, ia pun semakin giat bekerja agar bisa mendapatkan rezeki yang baik.
Ringkasan ini hanyalah ringkasan dari artikel aslinya, sosok koran kompas
Sumber : Koran Kompas tanggal 18 Desember 2014