Rabu, 21 Januari 2015

Ringkasan sosok koran Kompas Samudi Ketekunan Mantan Montir

 Samudi, seorang pria yang merupakan mantan montir yang kemudian beralih pekerjaan menjadi penjaga situs liyangan. Apakah sotus liyangan itu? Situs liyangan adalah sebuah situs pemukiman Mataram Kuno terlengkap yang permah ditemukan. Situs tersebut ditemukan oleh petambang pasir pada tahun 2010. Jejak peradaban tertua di situs ini berasal dari abad ke-6.

Penemuan dua candi, struktur talud, sejumlah kayu, dan anyaman bambu terarangkan, berbagai benda logam serta komoditas seperti pala ditemukan ditahun keempat penemuan situs tersebut. Pada situs ini juga ditemukan 8000 pecahan keramik dan tembikar

Samudi dahulu sempat mengemban pendidikan di Ngadrejo pada tingkat SD dan SMP. Kemudian ia meneruskan pendidikannya di Sekolah Teknik Menengah (STM) Adipura di Magelang, jurusan otomotif. Seusainya ia menamatkan sekolah STMnya pada tahun 2005, ia kemudian bekerja sebagai montir di Magelang selama lima tahun. Kemudian Samudi beralih menjadi sales elektronik, lalu kemudian ia pulang kampung dan bekerja di bengkel.

     Samudi kemudian ditawarkan oleh pak Lurah untuk menjaga situs Liyangan yang baru ditemukan. Awalnya ia mengiyakan tawaran tersebut karena merasa tidak enak dengan Pak Lurah dan tidak ada yang mau mengerjakan pekerjaan tersebut. Walau gaji yang diberikan lebih kecil daripada menjadi montir, namun Samudi tetap ikhlas dan tulus untuk mengerjakan pekerjaan tersebut. Dengan keyakinan dan ketekunannya, ia pun semakin giat bekerja agar bisa mendapatkan rezeki yang baik.


Ringkasan ini hanyalah ringkasan dari artikel aslinya, sosok koran kompas
Sumber : Koran Kompas tanggal 18 Desember 2014

Ringkasan Sosok Livi Zheng, Petarung di Holywood

Baru - baru ini, Livi Zheng menyutradai sebuah film Holywood berjudul "Brush With Danger". Sebuah fil yang tayang erentak di Negara Paman Sam pada akhir tahun 2014 lalu. Dan kabar baiknya lahi, film tersebut mendapatkan sambutan baik dan acara premier dari film tersebut dihadari oleh sejumlah tamu penting termasuk Gubernur Academy of Motion Pictures and Arts Don Hall.

Selain kabar yang membahagiakan pun tak henti - hentinya menghamipir wanita kelahiran Blitar,  3 April 1989 ini. Film yang ia sutradai berhasil masuk ke dalam film lauak pilih Academy Award ke-87 berdampingan dengan film - film yang sangat populer seperti, Interstellar dan lain lain. Hal ini tentunya sangat mengejutkan bagi Livi karena film tersebut adalah film pertama yang ia sutradai.

Kesuksesan yang Livi raup tidaklah mudah. Ia harus meyakinkan pihak Holywood akan kemampuannya. Livi sangat bersungguh sungguh sebab dunia perfilman lah tempat ia mampu berkembang.

Kesuksesannya di dunia perfilman Amerika Serikat ini lantas tidak membuat Livi melupakan tanah airnya. Ia merasa bahwa kesuksesan yang iaraih tidak mampu membuatnya lupa akan tanah kelahirannya.



Artikel ini merupakan ringkasan dari artikel aslinya
Sumber : Koran Kompas 9Januari 2015 artikel sosok

Ringkasan Sosok Kompas Khoirul Anwar Teknologi Pulang Kandang

Khoirul Anwar, seorang pria kelahiran Jawa Timur, 22 Agustus 1978 ini tengah merasakan bangga. Hal tersebut dikarenakan teori yang dikembangkan untuk memancarluaskan secara nirkabel digunakan sebagai dasar dalam penggunaan teknologi.

Memang Indonesia baru - baru ini berhasil mengadopsi teknologi seluler 4G Long Term Evolution meskipun penggunaan teknologi tersebut masih dalam keadaan tersebut. Teknologi LTE memang sebaiknya segera diadopsi oleh Indonesia. Karena teknologi LTE dikenal cepat untuk koneksi internet dan ramah lingkungan serta lebih efisien dalam pemakaiannya sehingga memudahkan masyarakat Indonesia.

Saat ini, Pak Khoirul memilih untuk mengajar di Jepang. Hal tersebut dikarenakan kepastian karir dan kesejahteraan hidup lebih terjamin. Selain itu, Pak Khoirul pun ingin merasa mampu berkontribusi terhadap Indonesia dengan cara mengajak mahsasiswa Indonesia mendapatkan beasiswa untuk pendidikan pasca sarjana serta membantu agar mereka dapat mengikuti perkembangan teknologi yang semakin berkembang di era ini.

Ringkasan ini hanya ringkasan dari artikel aslinya, artikel sosok di koran Kompas

Ringkasan Sosok Koran Kompas Ratnaganadi Paramita "Tetap Ingin Mengabdi Pada Indonesia"

Ratnaganadi Paramita, seorang wanita muda kelahiran Jakarta, 8 November  1992 yang berhasil menerima Satyalencana Wira Karya bidang Sains dan Seni dari Presiden Republik Indonesia. Semangat juang wanita muda ini semakin membara. Ia enggan berhenti untuk melebarkan sayapnya dengan berkarya untuk Tanah Air tercinta, Indonesia.

Pada tahun ini, ia berhasil menyelesaikan pendidikannya di bidang Neurosains di  Universitas California, San Diego, Amerika. Dan hal yang membanggakannya lagi, ia berhasil menggenggam beasiswa penuh selama 4 tahun mengemban pendidikannya disana.

Wanita cantik ini telah mendapatkan berbagai tawaran untuk bekerja di negara asing. Namun, karena rasa cintanya yang begitu besar pada Indonesia akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Dan ia berusaha untuk mengembangkan neurosains.

Ketertarikannya dalam bidang neurosains bermula saat mengamati cara anak belajar di pendidikan formal yang terlalu dibebani beragam pelajaran dan diminta untuk mengetahui dan meghafal sementara hanya di berikan porsi yang sedikit untuk anak mengasah kemampuan berfikir dan memecahkan masalah.  Pada nyatanya, kita bisa mengubah kebiasaan tersebut dengan satu hal, yaitu kemauan. Anak - anak dapat diajak untuk berdiskusi sebuah masalah dan diajak untuk mencari solusi. Dan dengan neurosains, otak dapat dibantu untuk bekerja secara lebih optimal serta fokus terhadap hal - hal yang jauh lebih penting



Ringkasan ini hanya ringkasan dari artikel aslinya yang terdapat pada koran Kompas bagian sosok

Ringkasan Sosok KORAN KOMPAS Mohammad Ali Dari Mangrove Menuju Kemandirian

Kini kawasan Tanjung Laut Indah di Bontang, Kalimantan Timur telah berubah cukup signifikan. Hal tersebut dikarenakan perjuangan sosok Mohammad Ali (46) yang dengan rela dan teguhnya merintis kembali dari awal di kawasan Bontang. Ia mulai merintis penanaman Mangrove dengan 150 bibit Rhozopora Sp, salah satu jenis tanaman Mangrove.

Pria yang sebelumnya bertahun bertahun berkerja sebagai operator alat berat bersama temannya para nelayan ini seringkali menyaksikan bagaimana hutan Mangrove ditebang dan merasakan ikan tangkapannya semakin jarang.

Ali pun menyadari bahwa ia tidak mungkin mengerjakan hal tersebut sendirian. Akhirnya ia pun membentuk kelompok Tani Lestari untuk mengerjakan bibit bersama.  Kelompok Tani Lestari semAkin rajin dam giat dalam kegiatan pembenahan tersebut. Saat ini kelompok tersebut berhasil memiliki berhasil memiliki 16 kelompok yang memiliki total anggota sebanyak 150 orang. 

Selain itu, para ibu yang tinggal disekitar pesisir pun berinisiatif untuk membuat usaha pengolahan catering yang menarik para pengunjung. Pengolahan makanan terdapat tiga kelompok yaitu ada kelompok Tani Daun Harum, Wanita Pesisir, dan karya wanita yang beranggotakan 30 orang.  Penghasilan di daerah Kalimantan Timur ini kian semakin maju dengan penghasilan yang didapat membuat semakin berkembang.

Semakin hari, hutan mangrove ini semakin lebat. Melakukan penghijauan memang indah. Selain penghijauan, terdapat tempat objek pemancingan. 

Betapa mengagumkan, kelompok Tani Lestari mendapatkan penghargaan. Hanya dalam waktu 5 tahun, seluas 170 hektar ditanami Mangrove.

Ringkasan ini hanya merupakan ringkasan dari artikel aslinya
Sumber : Koran KOMPAS 8 Desember 2014, bagian Sosok, ditulis oleh Agnes Aristiarini