Sabtu, 06 Juni 2015

Community Service - Pertemuan Keempat

Nama : Ghina Rinanda Nurrizki
NIM : 1801410462
Hari, Tanggal: Jum'at, 5 Juni 2015

Pada hari Jumat kemarin tanggal 5 Juni 2015, saya dan teman - teman sekelompok saya kembali mengadakan kunjungan ke rumah singgah RMHC yang beralamat di Jln. Kana Lestari J24, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Kegiatan yang kami adakan pada hari Jum'at lalu adalah mewarnai dan menempel. Pada awalnya, kami hanya berniat untuk melakukan kegiatan menempel saja. Akan tetapi, Aden, salah seorang anak yang tinggal di rumah singgah tersebut menginginkan untuk mewarnai.
Selain itu, ada kegiatan merajut yang diajarkan teman saya pada ibu penghuni rumah singgah tersebut.

Nilai Pancasila yang diterapkan.
Pancasila sila ke 2 "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab", kegiatan kami adalah kegiatan kemanusiaan dalam bentuk sderhana kyakni berbagi. Dengan berbagi dengan sesama yang membutuhkan, kami telah menerapkan sila ke 2 itu. Lalu sila ke 3 "Persatuan Indonesia", dengan adanya kegiatan ini kami telah mencoba menerapkan Pancasila sila ke 3 tentang persatuan. Kami disana menyatu dengan sesama meskipun kami semua (termasuk dengan penghuni rumah singgah tersebut) berasal dari latar belakang yang berbeda.

Kesan, pengalaman.
Hari itu sangatlah menyenangkan. Anak - anak dengan suka cita mewarnai dan menempel potongan - potongan kertas lipat yang berwarna - warni pada kertas yang bergambar. Mereka mencurahkan segala bentuk kreativitas mereka. Kami sangat senang karena mereka sangat welcome terhadap kami. Kami juga sangat senang karena kami bisa membantu untuk meringankan beban para penghuni rumah singgah tersebut dengan kegiatan yang positif ini sehingga mereka tertawa dan tersenyum.
Teman saya yang mengajarkan merajut pada ibu tersebut pun merasa senang.


Community Service - Pertemuan Ketiga


Nama : Ghina Rinanda Nurrizki
NIM : 1801410462
Hari, Tanggal: Rabu, 3 Juni 2015

Pada hari Rabu 3 Juni 2015 lalu, saya bersama teman - teman sekelompok saya kembali mengadakan kegiatan community service di  rumah singgah RMHC yang terletak di Jalan Kana Lestari J24, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Kegiatan yang kami lakukan pada hari itu adalah melakukan kegiatan menggambar diatas kaus polos. Kegiatan gambar diatas kaus polos ini bertujuan untuk mengisi waktu luang anak - anak yang tinggal dirumah singgah tersebut. Kegiatan tersebut juga sebagai wadah penyaluran kreativitas kami. Disana, kami ikut mengajarkan dan membantu mereka menggambar dan menghias kaus tersebut.

Nilai Pancasila yang diterapkan,
Pancasila sila ke 2 "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab", karena menurut saya dengan memberikan mereka kegiatan yang berguna untuk melakukan hal tersebut adalah kegiatan saling berbagi kepada mereka yang membutuhkan.

HAsil, Pengalaman, Kesan.
Kesan kami hari ini menyenangkan. Kami sangat senang bisa berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Karena mereka bisa sedikit melupakan rasa sakit yang dialami karena terserang penyakit tersebut. Ditambah senda gurau kami yang bisa membuat mereka tersenyum dan tertawa.

Kamis, 04 Juni 2015

Community Service - Minggu Kedua

Nama : Ghina Rinanda Nurrizki
NIM : 1801410462
Hari, tanggal kegiatan: Senin, 1 Juni 2015

Pada hari Senin, 1 Juni 2015 lalu, saya bersama teman - teman kelompok saya kembali melakukan kegiatan community service yang kedua. Meskipun harus tertunda selama hampir 2 bulan lamanya, akhirnya kami berhasil merealisasikannya pada hari tersebut.
Sebelum kegiatan diadakan tentunya kami mengkonfirmasikan terlebih dahulu pada kakak - kakak pengellola rumah singgah RMHC yang terletak di Jalan Kana Lestari J24, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Kegiatan kali ini adalah kegiatan mewarnai bagi anak - anak penghuni rumah singgah tersebut. Mewarnai tentunya bisa menimbulkan kreativitas yang ada di dalam diri anak tersebut. Sehingga menurut kami, kegiatan tersebut sangatlah cocok.

Nilai Pancasila yang diterapkan.
Sila ke 2 "Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab". Mengapa? Karena kami disini melakukan kegiatan yang bersifat kemanusiaan. Meskipun bukan suatu kegiatan kemanusiaan yang besar, kami melakukan hal - hal sederhana seperti berbagi.

Hasil, Kesan, Dan Pengalaman.
Pada Hari itu, kami semua saling bergantian menemani dan mengajarkan mewarnai pada anak - anak tersebut. Tetapi kami tetap membebaskan mereka berekspresi sesuai dengan keinginan mereka. Salah satu anak yang melakukan kegiatan tersebut bernama Aden, usianya sekitar 5-6 tahun. Anak ini sangat berantusias dan ramah. Dia juga kreatif.
Seluruh penghuni rumah singgah tersebut welcome  terhadap kami. Sehingga kami semakin senang ketika melakukan kegiatan tersebut.


Community Service - Minggu Pertama

Nama : Ghina Rinanda N
NIM : 1801410462 (LA64)
Hari, Taggal Kegiatan: Jum'at, 10 April 2015

Sebelumnya saya meminta maaf karena saya baru bisa mengupload pengalaman community service saya yang pertama.
Pada tanggal 10 April 2015 lalu, saya bersama teman - teman kelompok saya melakukan kegiatan community service di sebuah rumah singgah dengan nama RMHC yang terletak di Jln. Kana Lestari J24, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Pada minggu pertama, kami mengadakan 2 kegiatan untuk penghuni rumah singgah tersebut. Kegiatan 1 adalah merajut yang diperuntukkan bagi ibu - ibu penghuni rumah tersebut. Sedangkan untuk kegiatan 2 yang dikhususkan untuk anak - anak adalah untuk mengenal warna dan jenis binatang. Sebelum melakukan kegiatan - kegiatan tersebut tentunya kami telah mengkonfirmasi kegiatannya kepada kakak - kakak pengelola rumah singgah tersebut.

Nilai Pancasila yang diterapkan:
Sila ke 2 "Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab" yang bermaksud bahwa kegiatan community service  ini merupakan sebuah kegiatan kemanusiaan yang beradab karena disini kami saling berbagi kepada sesama manusia. Sila ke 3 "Persatuan Indonesia" yang bermaksud bahwa pada kegiatan tersebut kami merasa saling bersatu tanpa membeda - bedakan satu sama lain.

Kesan dan hasil pengalaman yang didapat:
Kesannya sangat menyenangkan. Kami belajar tentang pentingnya berbagi dengan sesama yang membutuhkan. Dengan mengajarkan ibu - ibu merajut dan mengajarkan anak - anak agar dapat mengenal binatang sebagai wujud pengamalan ilmu kita. Awalnya ibu - ibu tersebut mengalami kesulitan, tetapi lama - kelamaan mereka semakin penasaran dan ingin berusaha. Awalnya mereka diajarkan untuk membuat simpul rantai terlebih dahulu karena hal tersebut merupakan start awal yang lebih mudah sebelum akhirnya membuat syal. Sedangkan ketika bersama anak - anak kami awalnya sulit mendapat perhatian sang anak, tetapi lama kelamaan kami bisa lalu mengajarkan tentang binatang dan warna dengan senda gurau yang santai.

berikut adalah gambar - gambar sebagai bukti dokumentasi.



Rabu, 21 Januari 2015

Ringkasan sosok koran Kompas Samudi Ketekunan Mantan Montir

 Samudi, seorang pria yang merupakan mantan montir yang kemudian beralih pekerjaan menjadi penjaga situs liyangan. Apakah sotus liyangan itu? Situs liyangan adalah sebuah situs pemukiman Mataram Kuno terlengkap yang permah ditemukan. Situs tersebut ditemukan oleh petambang pasir pada tahun 2010. Jejak peradaban tertua di situs ini berasal dari abad ke-6.

Penemuan dua candi, struktur talud, sejumlah kayu, dan anyaman bambu terarangkan, berbagai benda logam serta komoditas seperti pala ditemukan ditahun keempat penemuan situs tersebut. Pada situs ini juga ditemukan 8000 pecahan keramik dan tembikar

Samudi dahulu sempat mengemban pendidikan di Ngadrejo pada tingkat SD dan SMP. Kemudian ia meneruskan pendidikannya di Sekolah Teknik Menengah (STM) Adipura di Magelang, jurusan otomotif. Seusainya ia menamatkan sekolah STMnya pada tahun 2005, ia kemudian bekerja sebagai montir di Magelang selama lima tahun. Kemudian Samudi beralih menjadi sales elektronik, lalu kemudian ia pulang kampung dan bekerja di bengkel.

     Samudi kemudian ditawarkan oleh pak Lurah untuk menjaga situs Liyangan yang baru ditemukan. Awalnya ia mengiyakan tawaran tersebut karena merasa tidak enak dengan Pak Lurah dan tidak ada yang mau mengerjakan pekerjaan tersebut. Walau gaji yang diberikan lebih kecil daripada menjadi montir, namun Samudi tetap ikhlas dan tulus untuk mengerjakan pekerjaan tersebut. Dengan keyakinan dan ketekunannya, ia pun semakin giat bekerja agar bisa mendapatkan rezeki yang baik.


Ringkasan ini hanyalah ringkasan dari artikel aslinya, sosok koran kompas
Sumber : Koran Kompas tanggal 18 Desember 2014

Ringkasan Sosok Livi Zheng, Petarung di Holywood

Baru - baru ini, Livi Zheng menyutradai sebuah film Holywood berjudul "Brush With Danger". Sebuah fil yang tayang erentak di Negara Paman Sam pada akhir tahun 2014 lalu. Dan kabar baiknya lahi, film tersebut mendapatkan sambutan baik dan acara premier dari film tersebut dihadari oleh sejumlah tamu penting termasuk Gubernur Academy of Motion Pictures and Arts Don Hall.

Selain kabar yang membahagiakan pun tak henti - hentinya menghamipir wanita kelahiran Blitar,  3 April 1989 ini. Film yang ia sutradai berhasil masuk ke dalam film lauak pilih Academy Award ke-87 berdampingan dengan film - film yang sangat populer seperti, Interstellar dan lain lain. Hal ini tentunya sangat mengejutkan bagi Livi karena film tersebut adalah film pertama yang ia sutradai.

Kesuksesan yang Livi raup tidaklah mudah. Ia harus meyakinkan pihak Holywood akan kemampuannya. Livi sangat bersungguh sungguh sebab dunia perfilman lah tempat ia mampu berkembang.

Kesuksesannya di dunia perfilman Amerika Serikat ini lantas tidak membuat Livi melupakan tanah airnya. Ia merasa bahwa kesuksesan yang iaraih tidak mampu membuatnya lupa akan tanah kelahirannya.



Artikel ini merupakan ringkasan dari artikel aslinya
Sumber : Koran Kompas 9Januari 2015 artikel sosok

Ringkasan Sosok Kompas Khoirul Anwar Teknologi Pulang Kandang

Khoirul Anwar, seorang pria kelahiran Jawa Timur, 22 Agustus 1978 ini tengah merasakan bangga. Hal tersebut dikarenakan teori yang dikembangkan untuk memancarluaskan secara nirkabel digunakan sebagai dasar dalam penggunaan teknologi.

Memang Indonesia baru - baru ini berhasil mengadopsi teknologi seluler 4G Long Term Evolution meskipun penggunaan teknologi tersebut masih dalam keadaan tersebut. Teknologi LTE memang sebaiknya segera diadopsi oleh Indonesia. Karena teknologi LTE dikenal cepat untuk koneksi internet dan ramah lingkungan serta lebih efisien dalam pemakaiannya sehingga memudahkan masyarakat Indonesia.

Saat ini, Pak Khoirul memilih untuk mengajar di Jepang. Hal tersebut dikarenakan kepastian karir dan kesejahteraan hidup lebih terjamin. Selain itu, Pak Khoirul pun ingin merasa mampu berkontribusi terhadap Indonesia dengan cara mengajak mahsasiswa Indonesia mendapatkan beasiswa untuk pendidikan pasca sarjana serta membantu agar mereka dapat mengikuti perkembangan teknologi yang semakin berkembang di era ini.

Ringkasan ini hanya ringkasan dari artikel aslinya, artikel sosok di koran Kompas